Kuni Cra Liya o Wangi-Wangi

Kuni Cra Liya o Wangi-Wangi
Pohon Melai

Rabu, 26 Oktober 2011

GELAR KEBUDAYAAN LIYA 2010 BERJALAN SUKSES DAN MERIAH


 Oleh : Ali Habiu








 ALHAMDULILLAHI RABBIL A'LAMIN, PUJI DAN SYUKUR HANYA SEMATA MATA UNTUK ALLAH SWT. PELAKSANAAN GELAR KEBUDAYAAN LIYA 2010 PADA HARI SABTU TANGGAL 20 NOVEMBER 2010 BERJALAN SUKSES DAN MERIAH. 
GELAR KEBUDAYAAN LIYA 2010 TURUT DI HADIRI OLEH 2 ORANG ARTIS IBU KOTA DAN DI LIPUT OLEH 4 MEDIA TELEVISI NASIONAL YAKNI TRANS TV, TV ONE, RCTI DAN RCTV DAN MEDIA TELEVISI LOKAL YAKNI WAKATOBI TV SERTA 4 MEDIA CETAK NASIONAL DAN DAERAH YAKNI KOMPAS, REPUBLIKA, KENDARI EKSPRES DAN RADAR BUTON.


 SEMUA KESEUKSESAN INI BERKAT KERJA KERAS PANITIA PELAKSANA YANG DIKOMANDOI OLEH PARA PENGURUS SANGGAR SENI BUDAYA KABALI WAKATOBI DAN PENGURUS CABANG LEMBAGA FORKOM KABALI WAKATOBI YANG MENDAPAT RESTU DAN RAHMAT DARI TUHAN YME. SEMUA LAPIS MASYARAKAT LIYA SAMPAI DENGAN MINUS 1 HARI H TANGGAL 20 NOVEMBER 2010 TAK ADA YANG MAU PERCAYA BAHWA PELAKSANAAN KEGIATAN GELAR KEBUDAYAAN LIYA 2010 AKAN SE SUKSES INI BAHKAN SEBAGIAN DARI MEREKA YANG SELAMA INI ANTI PATI TERHADAP PENGEMBANGAN KEBUDAYAAN LIYA SANGAT TERKEJUT DAN TERHERAN-HERAN MELIHAT BEGITU SUKSESNYA ACARA GELAR BUDAYA TERSEBUT. 


SUDAH BARANG TENTU PELAKSANAAN GELAR BUDAYA LIYA 2010 DAPAT SUKSES DAN SEMERIAH INI BERKAT KERJA SAMA INTERNAL OLEH UNSUR DINAS PARAWISATA KABUPATEN WAKATOBI YANG DIKOMANDOI OLEH KEPALA DINAS DAN UNSUR AGENCY PARAWISATA YAKNI SAUDARA NOFAL WA ODE MUNISA YANG TURUT MENSETTING MASUKNYA MEDIA ELEKTRONIK DAN MEDIA CETAK BAHKAN 2 (dua) ORANG ARTIS ASAL IBU KOTA JAKARTA  UNTUK TURUT MEMERIAHKAN ACARA PADA PEGELARAN BUDAYA LIYA 2010 TERSEBUT.


DALAM PELAKSANAAN GELAR KEBUDAYAAN LIYA 2010 TANGGAL 20 NOVEMBER 2010 DI RANGKAIKAN DENGAN PEMOTONGAN HEWAN KURBAN BERUPA : 1 EKOR SAPI (MILIK : H.SYAHRUDDIN BUTON, SH SEBAGAI ANGGOTA DPRD PROVINSI SULTRA; DRS.H.SATTAR, M.SI SEBAGAI KEPALA DINAS KEBUDAYAAN DAN PARAWISATA PROVINSI SULTRA; DRS. LA ODE BAHRUN SULAIMAN; H. HALIANA, SE; KS. MURNI UNGA; LA ODE ALI AHMADI, SS DAN ALI HABIU) DAN 4 EKOR KAMBING MASING-MASING MILIK : H.ASIMIN DARI LEMBAGA FK KABALI MAKASSAR, AWALUDDIN DARI PARE-PARE; WAODE HAWANIA WAHID DARI LEMBAGA FK KABALI JAKARTA DAN H.ASIDI DARI TIMIKA.
 
PEMOTONGAN HEWAN KURBAN DILAKSA- NAKAN MELALUI PROSESI ADAT DAN TRADISI ASLI LIYA YANG DI LEPAS DARI DESA SERU DIIRINGI OLEH MUSIK RABBANA DAN IRING-IRINGAN PARA PENARI HONARI MOSEGA, LARIANGI, KENTA-KENTA HONARI DAN TOKOH ADAT. HEWAN KURBAN DI BUNGKUS OLEH KAIN PUTIH PADA BAGIAN PERUT DAN KEPALA MENANDAKAN LAMBANG KESUCIAN DAN KEIKHLASAN BAGI PEMILIK HEWAN DAN DIKALUNGI OLEH 99 JUMLAH KEMBANG BUNGA KAMBOJA MELAMBANGKAN ASMAUL HUSNA KEBESARAN ALLAH SWT.

DALAM ACARA GELAR KEBUDAYAAN LIYA TURUT DI HADIRI OLEH WAKIL DARI PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN WAKATOBI YAKNI ASISTEN II BIDANG PEMBANGUNAN, KEPALA DINAS KEBUDAYAAN DAN PARAWISATA, KEPALA DINAS PENDIDIKAN NASIONAL, PARA KEPALA DESA, KAPOLSEK WANGI-WANGI SELATAN, CAMAT WANGI-WANGI SELATAN, STAKEHOLDER DAN LSM PEMERHATI KEBUDAYAAN WAKATOBI.
 
PENAMPILAN GELAR KEBUDAYAAN BUDAYA LIYA 2010 DITAMPILKAN SENI BUDAYA BERUPA : ORASI LATIHAN DASAR HONARI MOSEGA, HONARI MOSEGA, HONARI WOWINE, TARI LARIANGI PAKET II, BALUMPA, PERMAINAN MARIAM TOMBO, LARIANGI LIYA PAKET I, TARI WAKENTA DAN ATRAKSI POSEPA'A.









SETELAH PEGELARAN SENI BUDAYA SELESAI DILANJUTKAN DENGAN ACARA DISKUSI KEBUDAYAAN LIYA BERTEMPAT DI DALAM TENDA DENGAN SUASANA DUDUK SANTAI DIATAS ANYAMAN DAUN KELAPA "SANGKA KOROKA".
 






MATERI DISKUSI KEBUDAYAAN LIYA 2010 YAKNI : SOSIOLOGI KEBUDAYAAN LIYA DENGAN PENEKANAN PADA TARI HONARI MOSEGA DAN POSEPAA YANG DIBAWAKAN OLEH SEORANG DOKTOR AHLI DIBIDANG ANTROPOLOGI BUDAYA DAN AGAMA YAITU DR. LAODE MUHAMMAD ALIFUDDIN NUR DAN MATERI BERIKUTNYA BERJUDUL PELESTARIAN KEBUDAYAAN LIYA DENGAN LOKUS MATERI PADA PELESTARIAN ARTIFAK DAN BENDA CAGAR BUDAYA DALAM LINGKUNGAN BENTENG KERATON LIYA YANG DIBAWAKAN OLEH AHLI ARKIOLOGIS DARI STAF KHUSUS DINAS PARAWISATA DAN KEBUDAYAAN PROVINSI SULAWESI TENGGARA YAKNI LA ODE ALI AHMADI,SS. KEDUA PEMATERI TESEBUT MERUPAKAN PUTRA ASLI ASAL NEGERI KERATON LIYA.

ACARA DISKUSI KEBUDAYAAN MENGHASILKAN KEPUTUSAN DAN REKOMENDASI YAKNI "MARI MEMPERJUANGKAN PELESTARIAN KEBUDAYAAN LIYA AGAR TAHUN 2012 DESA LIYA MENJADI DESA WISATA NASIONAL".
DISKUSI KEBUDAYAAN DITUTUP TEPAT PADA JAM 13.00 WIT YANG DILANJUTKAN DENGAN SANPATAN MAKAN SIANG BERSAMA DARI HASIL OLAH MASAKAN SEBAGIAAN HEWAN KURBAN YANG TELAH DISEMBELIH PADA PAGI HARI ITU.
SELURUH PESERTA DISKUSI DAN SELURUH UNSUR TOKOH ADAT, TOKOH AGAMA, TOKOH BUDAYA DAN SARA LIYA MEMINTA KEPADA PENYELENGGARA GELAR KEBUDAYAAN LIYA AGAR IVENT INI DAPAT DILANJUTKAN TAHUN 2011 DENGAN PELAKSANAAN LEBIH MERIAH DENGAN  DITETAPKAN PELAKSANAAN GELAR KEBUDAYAAN LIYA MENJADI KELENDERING NASIONAL DENGAN WAKTU H+3 DARI HARI RAYA IDUL ADHA SETIAP TAHUNNYA DENGAN  PENAMPILAN SENI BUDAYA LEBIH BANYAK RAGAMNYA DAN MELIBATKAN SEMUA LAPISAN MASYARAKAT LIYA DI SELURUH INDONESIA. 

VIDIO HASIL REKAMAN GELAR KEBUDAYAAN LIYA 2010 AKAN DIDISTRIBUSIKAN KE SEMUA PENGURUS LEMBAGA FORUM KOMUNIKASI KABALI SELURUH INDONESIA.
ALHAMDULILLAH..........
 

1 komentar:

Pencinta Budaya mengatakan...

Maaf bagi pengunjung setia "Pusat Informasi Kebudayaan Liya Wakatobi". Rupanya entri web blog telah berubah tanpa sengaja ke KABALI INDONESIA. Harap maklum....